Paris Saint-Germain harus menelan kekalahan pahit saat bertandang ke markas Stade Rennais F.C. dalam lanjutan Ligue 1 musim 2025/2026. Bermain di Roazhon Park, PSG tumbang dengan skor 1-3 pada pekan ke-22.
Hasil ini menjadi kekalahan ketiga Les Parisiens musim ini dan membuat persaingan papan atas semakin ketat. Sejak awal pertandingan, tim asuhan Luis Enrique tampil agresif. PSG mendominasi penguasaan bola dan mencoba menekan pertahanan tuan rumah. Namun, dominasi tersebut tidak diimbangi dengan efektivitas di depan gawang.
Beberapa peluang emas gagal dimaksimalkan menjadi gol. Sebaliknya, Rennes bermain lebih sabar dan disiplin. Meski tidak banyak menguasai bola, mereka mampu memanfaatkan celah di lini belakang PSG. Strategi serangan balik cepat terbukti ampuh dalam membongkar pertahanan tim tamu yang terlihat kurang solid.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Rennes Bangkit di Tengah Ketidakpastian
Kemenangan ini terasa spesial bagi Rennes. Klub baru saja memecat pelatih utama mereka, Habib Beye, akibat rentetan hasil buruk. Untuk sementara, tim ditangani pelatih cadangan, Sebastien Tambouret. Di luar dugaan, perubahan ini justru membawa energi baru bagi skuad Rennes.
Gol pembuka lahir pada menit ke-34 melalui aksi brilian Mousa Tamari. Ia berhasil melewati kawalan bek PSG sebelum melepaskan tembakan terarah ke sudut kiri bawah gawang. Gol tersebut membuat stadion bergemuruh dan meningkatkan kepercayaan diri tuan rumah.
Keunggulan ini bertahan hingga turun minum. PSG sempat mencoba menyamakan kedudukan melalui sundulan Joao Neves, namun bola masih melenceng tipis. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan 1-0 untuk Rennes.
Baca Juga: Ronald Araujo Bicara soal Kecemasan: Meminta Bantuan adalah Langkah Penting
Babak Kedua yang Penuh Tekanan
Memasuki babak kedua, PSG berusaha meningkatkan tempo permainan. Namun, justru Rennes yang kembali menunjukkan efektivitas. Pada menit ke-69, Esteban Lepaul sukses menggandakan keunggulan lewat sundulan keras memanfaatkan sepak pojok Sebastian Szymanski.
PSG sempat membuka harapan dua menit kemudian. Ousmane Dembele mencetak gol setelah memanfaatkan umpan silang yang terdefleksi. Skor berubah menjadi 2-1 dan laga kembali hidup. Sayangnya, momentum kebangkitan tersebut tidak bertahan lama.
Pada menit ke-81, Breel Embolo memastikan kemenangan Rennes. Berkolaborasi apik dengan Ludovic Blas, ia mencetak gol lewat sentuhan dada yang mengecoh penjaga gawang PSG. Skor 3-1 pun menutup pertandingan.
Dampak Kekalahan bagi Perburuan Gelar
Kekalahan ini tidak menggoyahkan posisi PSG di puncak klasemen. Mereka masih memimpin dengan 51 poin, unggul tipis dari para pesaing terdekat. Namun, selisih yang semakin kecil membuat persaingan menuju gelar juara semakin panas.
Bagi Rennes, kemenangan ini menjadi titik balik penting. Tambahan tiga poin membawa mereka naik ke peringkat kelima dengan 34 poin. Kepercayaan diri tim pun meningkat setelah mampu menumbangkan pemuncak klasemen.
Hasil ini menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, dominasi tidak selalu menjamin kemenangan. Efektivitas, disiplin, dan semangat juang justru menjadi kunci utama. Rennes membuktikan bahwa meski tanpa pelatih utama, mereka tetap mampu tampil solid dan mengejutkan raksasa Prancis tersebut. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di footblingthings.com.
